Empat Tambang Bakal Operasi di Halbar, Potensi Lapangan Kerja Terbuka Lebar

Editor: Admin Utama author photo
Bupati Halmahera Barat James Uang Saat Diwawancarai Wartawan di Sahid Bella Ternate pada Salasa(6/10/2026) foto Okes


Halbar,RJ - Kabupaten Halmahera Barat (Halbar),Maluku Utara,mulai menjadi sasaran ekspansi sejumlah investor besar.Bupati Halbar James Uang menyebut sedikitnya empat perusahaan kini masuk dalam radar investasi daerah dan diproyeksikan menggerakkan sektor pertambangan, energi panas bumi hingga industri bahan baku

Pernyataan itu disampaikan James Uang saat ditemui di Hotel Sahid Bella Ternate, Selasa (6/10/2026).

‎Menurut James, salah satu investor yang mulai melakukan aktivitas di wilayah Halbar adalah PT Tri Usaha Baru (TUB), perusahaan tambang emas yang beroperasi di wilayah Loloda. Saat ini, kata dia, proses mobilisasi peralatan perusahaan tersebut mulai berlangsung.

‎“Pertama ada perusahaan tambang emas PT Tri Usaha Baru (TUB) yang berada di Loloda. Sekarang sementara ada mobilisasi alat,” ujar James.

‎Selain sektor pertambangan, Halbar juga tengah bersiap dengan masuknya investasi di sektor energi panas bumi. Salah satunya Gamdehe Geothermal, yang disebut berada di bawah PT Geosifa.

‎Tak hanya itu, terdapat pula rencana investasi di sektor industri bahan baku. James menyebut salah satu perusahaan yang tengah mengurus perizinan adalah PT Bumi Gemilang, yang berkaitan dengan pengolahan material tanah putih sebagai bahan mentah produksi cat.

‎“Di sana ada perusahaan panas bumi dan perusahaan buah. Satu Gamdehe Geothermal PT Geosifa, satu di Talagarano, satu lagi di Domato. Itu masih dalam tanda kutip perusahaan tanah putih atau bahan mentah produksi cat, yaitu PT Bumi Gemilang yang sekarang tahapan pengurusan izin,” jelasnya.

‎Masuknya investasi skala besar ke Halbar sebelumnya tidak sepenuhnya berjalan mulus. Penolakan terhadap aktivitas perusahaan sempat muncul di tengah masyarakat.

‎Namun, James mengklaim situasi tersebut kini mulai berubah. Ia menyebut masyarakat Halbar saat ini telah menerima kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut.

‎“Masyarakat Halmahera Barat menerima adanya kehadiran perusahaan tersebut. Kemarin-kemarin saja ada penolakan, tapi sekarang sudah tidak ada, semua menerima,” tegasnya.

‎Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah masuknya sejumlah investasi yang berpotensi mengubah struktur ekonomi dan pemanfaatan ruang di Halbar.

‎James menegaskan, pemerintah daerah berharap investasi tersebut tidak berhenti pada aktivitas perusahaan semata, tetapi memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.

‎Bupati bahkan memproyeksikan investasi tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar. Efek berantainya, menurut dia, akan terasa hingga ke sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

‎“Kedepannya Halbar memiliki perekonomian yang sangat luar biasa dan menyerap karyawan dengan ribuan. Dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

‎Ia menilai geliat investasi akan mendorong pertumbuhan UMKM dan usaha kecil di sekitar wilayah operasional perusahaan.

‎“UMKM dan usaha kecil akan bertambah, maka ekonomi Halmahera Barat semakin sehat dan dapat meningkatkan PAD Halbar,” tegas James.

‎Dengan masuknya empat investor besar tersebut, pemerintah daerah kini menghadapi pekerjaan besar: memastikan investasi benar-benar menghasilkan lapangan kerja, pertumbuhan UMKM dan peningkatan pendapatan daerah, bukan sekadar mengubah wajah wilayah tanpa manfaat ekonomi yang sebanding bagi masyarakat.

‎Sebab, klaim penerimaan masyarakat dan janji ribuan lapangan kerja pada akhirnya akan diuji oleh realisasi investasi di lapangan.pungkasnya. (*)

Share:
Komentar

Berita Terkini