TERNATE, RJ -Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mempertemukan talenta matematika tingkat sekolah dasar dari 13 daerah di Indonesia dalam Olimpiade Gasing Nasional (OGN) 2026 yang resmi dibuka di Hotel Bella Ternate, Senin (5/10/2026). Ajang ini menjadi bagian dari upaya Halteng mencetak generasi muda berkemampuan logika dan berhitung yang mampu bersaing hingga tingkat internasional.
Bupati Halmahera Tengah.,Ikram M Sangadji di Dampingi Kadis Pendidikan.,Muksin Ibrahim.Saat Diwawancarai Wartawan di Sahid Bella Ternate Senin (5/10/2026) foto Jai
OGN 2026 diikuti peserta dari Kabupaten Bangli, Halmahera Barat, Humbang Hasundutan, Buton Selatan, Minahasa Selatan, Buton, Deiyai, Bone Bolango, Buru, Kepulauan Sangihe, Bojonegoro, Kota Baubau, serta tuan rumah Halmahera Tengah.
Ajang ini tidak sekadar menjadi arena kompetisi matematika. Pemkab Halteng menjadikannya bagian dari upaya membangun fondasi generasi muda yang memiliki kemampuan berhitung, logika, keberanian berkompetisi, sekaligus kesiapan menghadapi persaingan global.
Pembukaan OGN dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji, serta pendiri Metode Gasing, Prof. Yohanes Surya, yang mengikuti kegiatan secara daring.
Turut hadir sejumlah rektor perguruan tinggi, perwakilan BPKP Maluku Utara, perwakilan Bank Indonesia, Ketua TP PKK Halteng, serta sejumlah pimpinan instansi terkait.
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe memberikan apresiasi terhadap kebijakan Pemkab Halteng yang menjadikan peningkatan kualitas pendidikan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Menurut Sarbin, kemajuan teknologi tidak boleh menggeser posisi guru dalam membentuk karakter peserta didik.
“Teknologi mutakhir apa pun tidak akan pernah menggantikan kedudukan guru. Di antara guru dan siswa ada nilai spiritual, etika, dan kebangsaan yang harus ditransfer. Pemprov Maluku Utara sangat bangga atas kebijakan inovatif Pemkab Halteng,” tegas Sarbin.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk kebijakan pemberian insentif tambahan bagi guru SMA dan SMK.
Sementara itu, Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji menegaskan bahwa penyelenggaraan OGN bukan semata-mata untuk mencari juara. Lebih jauh, kegiatan tersebut merupakan bagian dari arah pembangunan yang ingin memastikan anggaran pemerintah memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurut Ikram, investasi pembangunan tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas manusia yang dipersiapkan untuk masa depan.
“Warisan sejati seorang pemimpin bukanlah jalan dan jembatan, melainkan bagaimana anak Maluku Utara dikenal dunia karena kecerdasan, ilmu pengetahuan, dan prestasinya,” ujar Ikram.
Ia menyebut sejumlah program yang menjadi perhatian Pemkab Halteng di sektor pendidikan dan kesehatan. Di antaranya alokasi beasiswa sekitar Rp 31 miliar bagi 5.148 mahasiswa, jaminan kesehatan yang dapat diakses dengan KTP, serta insentif Rp 1juta per bulan bagi guru SMA/SMK.
Ikram juga menyinggung prestasi M. Uril Algifari, siswa asal Wairoro yang berhasil meraih prestasi dalam kompetisi matematika internasional di Seoul dan disebut menemukan celah keamanan siber NASA.
Bagi Ikram, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak dari daerah memiliki peluang yang sama untuk tampil di tingkat internasional apabila mendapatkan ruang, pembinaan, dan dukungan yang memadai.
Pendiri Metode Gasing, Prof. Yohanes Surya, turut menyambut positif penyelenggaraan OGN 2026 di Maluku Utara.
Ia menyebut Metode Gasing kini telah diterapkan di 33 provinsi dan 133 kabupaten/kota. Metode tersebut dikembangkan untuk membuat pembelajaran matematika lebih mudah dipahami melalui pendekatan yang gampang, asyik, dan menyenangkan.
Yohanes berharap penyelenggaraan OGN tidak berhenti sebagai agenda perlombaan, tetapi berkembang menjadi ekosistem pembinaan talenta matematika dari daerah.“Anak daerah mampu bersaing global lewat logika dan kejujuran. Semoga OGN menjadikan Halteng pusat pengembangan Metode Gasing di Indonesia Timur sekaligus mendukung Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(*)