HALTENG, RJ - Karang Taruna Desa Waleh yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Bergerak menggelar aksi demonstrasi damai, Senin (2/11/2026). Mereka mendesak pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) membuka secara transparan pengelolaan anggaran Dana Desa (DD), sekaligus meminta digelarnya rapat umum bersama masyarakat.
Karang Taruna Desa Waleh yang Tergabung dalam Aliansi Pemuda Bergerak Menggelar Aksi Demonstrasi,Desak Pemerintah Desa membuka transparan Anggaran Dana Desa yang dinilai selama ini tertutup .Senin (2/11/2026)
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 09.30 WIT itu mengusung misi "Fagawene Pnu". Demonstrasi tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi dan keresahan pemuda serta masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan desa, keterbukaan informasi publik, hingga persoalan lingkungan dan lahan masyarakat.
Koordinator Lapangan (Korlap), Irfajli Sahdan, yang juga mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Waleh (IPMW) periode 2024-2025, menyampaikan bahwa salah satu tuntutan utama adalah mendesak pemerintah desa dan BPD segera merealisasikan pengadaan sekretariat mahasiswa di Ternate.
Menurutnya, sekretariat tersebut sangat penting sebagai pusat pembinaan, ruang diskusi, serta wadah pengembangan sumber daya manusia (SDM) generasi muda asal Desa Waleh.
Sementara itu, Ketua Umum Karang Taruna Desa Waleh, Irawan Bakti, secara tegas meminta BPD segera menggelar rapat umum agar seluruh informasi mengenai pengelolaan pemerintahan dan anggaran desa dapat diketahui masyarakat.
"Kami masyarakat dan pemuda Desa Waleh mendesak kepada Ketua BPD agar secepatnya membuat rapat umum. Satu atau dua hari ini sudah harus diadakan rapat," tegas Irawan.
Selain persoalan Dana Desa, massa juga menyoroti kekosongan fungsi hubungan masyarakat (Humas) Desa Waleh. Mereka menilai keberadaan Humas sangat diperlukan untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat, termasuk memastikan informasi publik dapat diakses secara terbuka.
Dukungan terhadap aksi tersebut turut disampaikan perwakilan tokoh masyarakat, Gani Suritno. Ia mengaku bersyukur atas keberanian pemuda menyuarakan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Menurut Gani, empat tuntutan yang disampaikan pemuda memiliki dasar persoalan yang perlu segera dijawab oleh pemerintah desa maupun pihak terkait.
Ia menyoroti pengelolaan anggaran desa yang dinilainya belum disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Bahkan, menurut pengakuannya, selama ini belum pernah dilakukan rapat umum untuk membahas anggaran maupun penyampaian pertanggungjawaban keuangan desa pada akhir tahun.
"Kami melihat selama ini pemerintah desa tertutup. Anggaran-anggaran desa tidak pernah dibahas dalam rapat umum dan tidak pernah ada pertanggungjawaban anggaran akhir tahun kepada masyarakat. Kedua, selama ini Humas perusahaan dari Desa Waleh juga tidak ada," ungkapnya.
Gani juga menyinggung janji pengadaan sekretariat mahasiswa yang menurutnya telah lama disampaikan pihak perusahaan, tetapi hingga kini belum terealisasi.
Tak hanya itu, ia turut mendesak agar aktivitas eksternal PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di wilayah Desa Waleh dihentikan sementara. Desakan tersebut berkaitan dengan keluhan masyarakat mengenai dugaan ketidaksesuaian luas lahan saat proses pengukuran.
"Untuk poin ketiga, sekretariat mahasiswa sudah lama dijanjikan perusahaan, tetapi belum terealisasi. Keempat, aktivitas eksternal PT IWIP harus dihentikan sementara karena banyak lahan masyarakat Desa Waleh yang luasnya diduga berkurang ketika dilakukan pengukuran. Ini yang dikeluhkan masyarakat," jelasnya.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan utama.Pertama., Mendesak transparansi pengelolaan Dana Desa (DD) serta meminta BPD segera menggelar rapat umum bersama masyarakat untuk membuka informasi penggunaan anggaran desa.,Kedua. Menuntut pemerintah desa menghadirkan Humas Desa Waleh sebagai jembatan komunikasi dan keterbukaan informasi antara pemerintah desa dengan masyarakat., ketiga.Mendesak pemerintah desa dan BPD segera merealisasikan pengadaan sekretariat mahasiswa Desa Waleh di Ternate sebagai wadah pembinaan dan pengembangan SDM generasi muda, dan Keempat. Mendesak penghentian sementara aktivitas eksternal PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di wilayah Desa Waleh hingga persoalan dan keluhan masyarakat terkait pengukuran lahan memperoleh kejelasan.(*)