Weda,RJ- Pemadaman listrik yang terjadi di Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, selama dua hari terakhir dikeluhkan sejumlah pekerja seks komersial (PSK) yang menawarkan jasanya melalui aplikasi MiChat.
Ilustrasi
Pemadaman tersebut dinilai memukul aktivitas ekonomi informal di kawasan lingkar tambang, terutama pada awal bulan ketika aktivitas pekerja tambang meningkat seiring pembayaran gaji karyawan PT IWIP.
Pada Minggu malam, listrik dilaporkan padam sejak sekitar pukul 18.00 WIT hingga 23.00 WIT. Gangguan kembali terjadi pada Senin (7/9/2026) sejak sekitar pukul 10.00 WIT hingga berita pukul 19.00 belum juga menyala.
Tak hanya listrik, jaringan Telkomsel juga disebut ikut mengalami gangguan. Kondisi itu membuat sejumlah pengguna MiChat kesulitan mengakses aplikasi, berkomunikasi dengan calon pelanggan, hingga mengatur pertemuan.
Akibatnya, omzet sejumlah “lapak” prostitusi daring di kawasan lingkar tambang disebut ikut merosot. Penurunan bukan semata-mata karena sepinya pelanggan, melainkan karena gangguan listrik dan jaringan telekomunikasi yang membuat aktivitas melalui aplikasi tidak berjalan normal.
Seorang perempuan yang menggunakan nama samaran Bunga, asal Semarang, mengaku pemadaman listrik membuat aktivitasnya terhenti.
“Lampu ini sudah mati lama sejak jam 10 pagi hingga sekarang belum menyala. Kita tidak bisa berjualan di aplikasi MiChat, mati lampu, jaringan juga hilang,” keluh Bunga, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, awal bulan biasanya menjadi momentum yang dinilai menguntungkan karena sebagian pekerja tambang telah menerima gaji. Dalam kondisi normal, aktivitas melalui aplikasi disebut dapat menghasilkan pendapatan yang cukup besar.
“Kalau gaji seperti begini, siang saja kita sudah bisa dapat tiga tamu. Kalau tanggal muda, kita bisa dapat Rp10 juta bahkan lebih. Itu tergantung kita,” ujarnya.
Namun, kondisi tersebut berubah ketika listrik dan jaringan telekomunikasi mengalami gangguan.
“Tidak bisa jualan. Lampu dan jaringan mati, itu yang bikin kita tidak dapat tamu. Baru sudah beberapa jam ini mati, tadi malam juga mati. Kita tidak bisa buat apa-apa,” katanya.
Pemadaman berkepanjangan itu kembali menyoroti ketergantungan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan lingkar tambang terhadap pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi yang stabil.
Di tengah tingginya aktivitas ekonomi kawasan industri pertambangan Weda, gangguan listrik berjam-jam bukan hanya menghambat pekerjaan formal, tetapi juga memukul berbagai aktivitas ekonomi berbasis digital termasuk aktivitas ilegal yang berlangsung secara tersembunyi melalui aplikasi pesan.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti pemadaman dan gangguan jaringan tersebut belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.(Red)