
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, masyarakat, serta banyak pihak yang pernah bersentuhan dengan perjalanan panjang pengabdiannya. Sosok yang selama puluhan tahun mengabdikan diri untuk pembangunan Maluku Utara itu kini telah menyelesaikan perjalanan panjangnya.
Al Yasin Ali lahir di Weda, Halmahera Tengah, pada 25 Mei 1958. Ia tumbuh dalam kesederhanaan dan sejak muda telah menunjukkan semangat kuat untuk menuntut ilmu. Perjalanan pendidikannya membawanya ke Ambon untuk menempuh pendidikan di Sekolah Teknik Negeri (STN) 1 Ambon, sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Makassar dan memperdalam bidang teknik sipil.
Latar belakang keilmuan tersebut kemudian menjadi pijakan penting dalam perjalanan pengabdiannya. Pada 1990, Al Yasin Ali memulai karier birokrasi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Halmahera Tengah.
Dari sana, kariernya berkembang melalui berbagai jabatan strategis, mulai dari Kepala Seksi Penyehatan Dinas PU, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, hingga memimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Halmahera Tengah.
Di tengah birokrasi, ia dikenal sebagai sosok yang kuat dalam perencanaan pembangunan. Pengalamannya sebagai teknokrat kemudian menjadi bekal ketika masyarakat Halmahera Tengah memberikan kepercayaan politik kepadanya untuk memimpin daerah tersebut sebagai Bupati Halmahera Tengah selama dua periode, 2007-2017.
Salah satu jejak penting kepemimpinannya adalah keberaniannya mendorong Kota Weda sebagai pusat pemerintahan. Ketika terpilih sebagai bupati pada 2007, ia menghendaki prosesi pelantikannya dilaksanakan di Weda, meski saat itu fasilitas dan infrastruktur di wilayah tersebut masih sangat terbatas.
Keputusan tersebut bukan sekadar simbol. Di tengah keterbatasan anggaran dan berbagai tantangan, Al Yasin Ali kemudian mendorong pemindahan aktivitas pemerintahan dari Soa Sio ke Weda. Pusat pemerintahan baru dibangun secara bertahap, disertai penataan infrastruktur dan konektivitas wilayah.
Jejak itu menjadi bagian penting dari perjalanan Halmahera Tengah menuju wajah baru sebagai pusat pemerintahan kabupaten.
Pengabdian Al Yasin Ali kemudian berlanjut di tingkat Provinsi Maluku Utara. Ia dipercaya mendampingi Abdul Gani Kasuba sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara periode 2019-2024.
Dalam perjalanan pemerintahan yang penuh dinamika, ia turut mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan roda pemerintahan. Bahkan, Al Yasin Ali pernah dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Maluku Utara.
Bagi masyarakat Fagogoru dan Maluku Utara, kepergian Al Yasin Ali bukan hanya kehilangan seorang mantan kepala daerah atau pejabat pemerintahan. Ia meninggalkan rekam jejak panjang tentang pengabdian, pembangunan, dan perjalanan seorang anak daerah yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk tanah kelahirannya.
Di balik perjalanan panjang tersebut, terdapat sosok istri dan keluarga yang senantiasa menjadi penopang dalam setiap fase kehidupannya. Dukungan keluarga menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan pengabdian yang telah dilaluinya.
Kini, sang arsitek pembangunan itu telah berpulang. Raga boleh berhenti, tetapi gagasan, karya, dan jejak pengabdiannya akan terus menjadi bagian dari sejarah perjalanan Maluku Utara, khususnya Halmahera Tengah.
Selamat jalan, Kakak. Selamat jalan, Paman. Terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan untuk negeri dan tanah Fagogoru.
Kami mencintaimu, tetapi kami yakin Allah SWT jauh lebih mencintaimu. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.(Red)