Balita 2 Tahun Tewas dalam Sumur Galian di Lelilef Waibulan, Polisi Dalami Kondisi Lokasi

Editor: Admin Utama author photo

Personel Polsubsektor Weda Tengah langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara /dok Subsektor/RJ
Weda, RJ - Tragedi memilukan terjadi di Desa Lelilef Waibulan, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Seorang balita perempuan berusia dua tahun ditemukan tak sadarkan diri di dalam sumur galian di belakang Bagris Mart, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIT.

Korban diketahui bernama Giovanu Heamasse, warga Desa Lelilef Waibulan. Nyawa balita tersebut tidak berhasil diselamatkan setelah ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernapas.

Peristiwa itu bermula ketika ibu korban, Lisali Sopacua (32), menyadari anaknya tidak berada di dalam kamar. Ia kemudian keluar rumah dan mencari keberadaan korban di sekitar tempat tinggal.ungkap Kapolsek Subsektor Weda Tengah.Ipda Abdul Rajak Jauhati.

Dalam pencarian tersebut, Lisali bertemu Sandi Marzuki (27), warga setempat yang bekerja sebagai karyawan PT IWIP. Keduanya kemudian bersama-sama menyisir lokasi untuk mencari korban.

Pencarian berubah menjadi kepanikan setelah mereka menemukan terpal yang sebelumnya menutupi sebuah sumur galian dalam kondisi robek. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat korban telah terjatuh ke dalam lubang tersebut.

Sandi kemudian mengambil sebatang kayu dan memasukkannya ke dalam sumur untuk melakukan pengecekan. Saat kayu diturunkan, ia merasakan adanya sesuatu yang tersangkut. Setelah diperiksa, benda tersebut ternyata mengenai pakaian korban.

Saksi kemudian berusaha mengangkat korban dari dalam sumur. Balita tersebut ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan wajah sudah pucat.

Korban selanjutnya dibawa oleh ibu dan saksi ke kamar. Namun saat itu korban diketahui sudah tidak bernapas. Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Lelilef untuk menjalani pemeriksaan medis.

" Setelah ditemukan,korban kemudian dibawa oleh ibunya ke dalam kamar bersama saksi.Namun korban diketahui sudah tidak bernapas.Jenazah kemudian dievakuasi ke puskesmas Lelilef untuk menjalani pemeriksaan medis " ujar Ipda Abdul Rajak Jauhati 

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsubsektor Weda Tengah langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari ibu korban maupun saksi.

Polisi juga berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Halmahera Tengah, pihak keluarga serta Ketua Paguyuban ASB yang merupakan organisasi paguyuban korban.

Yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah kondisi sumur galian yang sebelumnya disebut tertutup terpal, namun kemudian ditemukan dalam keadaan robek.Polisi kini melakukan pendalaman terhadap kondisi sumur serta keadaan terpal yang berada di lokasi untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.

Aparat juga masih mengumpulkan bahan keterangan guna memastikan apakah peristiwa tersebut murni kecelakaan atau terdapat faktor lain yang perlu dipertanggungjawabkan.

Polisi memastikan penanganan dilakukan dengan pemeriksaan TKP, pengumpulan keterangan saksi serta koordinasi dengan keluarga korban. Pemeriksaan terhadap kondisi sumur dan terpal menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab balita malang tersebut bisa sampai berada di dalam sumur galian.

Tragedi ini sekaligus menyoroti persoalan keselamatan sumur atau lubang galian terbuka di lingkungan permukiman, terutama ketika lokasi tersebut berada dekat dengan aktivitas warga dan anak-anak.(tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini