Dari Memimpin SMPN 2 Ternate ke Ruang BCKS, Nurhayati Pandawa Berbagi Praktik Kepemimpinan

Editor: Admin Utama author photo

Nurhayati Pandawa.S.Pd.M.P.d, saat Menyampaikan Meteri Kepada Peserta Calon Kepala Sekolah /dok/anthy
TERNATE, RJ - Kepala SMP Negeri 2 Kota Ternate, Nurhayati Pandawa, S.Pd., M.Pd., mendapat kepercayaan menjadi pengajar sekaligus mentor dalam Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Skema APBN Provinsi Maluku Utara Tahun 2026.

Penugasan ini menempatkan Nurhayati tidak hanya sebagai pemimpin satuan pendidikan, tetapi juga sebagai salah satu praktisi yang dipercaya membagikan pengalaman dan praktik kepemimpinan kepada para calon kepala sekolah di Maluku Utara.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan SMPN 2 Ternate, Nurhayati berperan sebagai pengajar Diklat BCKS sekaligus mentor bagi peserta BCKS Kabupaten Halmahera Barat. Peran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas calon kepala sekolah agar tidak hanya memahami kepemimpinan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengelolaan satuan pendidikan.

Sebagai pengajar dan mentor, Nurhayati dapat berbagi pengalaman langsung mengenai bagaimana seorang kepala sekolah membangun budaya belajar, memimpin guru, mengelola sekolah, memperkuat kolaborasi, serta mendorong peningkatan mutu pendidikan.

Pengalaman tersebut tidak terlepas dari perjalanan SMP Negeri 2 Ternate di bawah kepemimpinannya. Sekolah ini tercatat meraih predikat Sekolah Kemajuan Terbaik pada 2023, 2024, dan 2025. Pada tahun keempat, sekolah tersebut juga memperoleh BOS Prestasi untuk pertama kalinya.

Pada 2026, SMP Negeri 2 Kota Ternate kembali mendapat perhatian setelah ditetapkan sebagai penerima BOS Prestasi dengan nilai sekitar Rp87 juta. Dana tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat yang diarahkan untuk mendukung pengembangan talenta dan prestasi peserta didik.

Capaian tersebut turut ditopang oleh keterlibatan siswa dalam berbagai ajang pengembangan bakat dan kompetensi, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Penelitian, FLS3N, O2SN, hingga berbagai kompetisi lainnya.

“BOS Prestasi bukan hadiah untuk dibanggakan. Ia adalah kepercayaan negara yang harus dibayar dengan prestasi nyata,” tegas Nurhayati.

Kepemimpinan kepala sekolah, dalam konteks tersebut, tidak berhenti pada urusan administrasi. Seorang kepala sekolah dituntut mampu menjadi penggerak perubahan, membangun kolaborasi, sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang memberi ruang bagi guru dan peserta didik untuk berkembang.

Pengalaman itulah yang kini dibawa Nurhayati ke ruang pelatihan BCKS. Para peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran berbasis teori, tetapi juga mendapatkan perspektif praktis dari seorang kepala sekolah yang menjalankan langsung fungsi kepemimpinan di satuan pendidikan.

Penugasan sebagai pengajar sekaligus mentor BCKS juga menunjukkan bahwa pengalaman dan praktik baik yang tumbuh di sekolah daerah memiliki nilai penting untuk dibagikan kepada calon-calon pemimpin pendidikan.

Melalui peran tersebut, Nurhayati diharapkan dapat turut membentuk calon kepala sekolah yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga kuat dalam kepemimpinan pembelajaran, mampu membangun ekosistem sekolah, serta memiliki orientasi yang jelas terhadap peningkatan mutu dan prestasi peserta didik.

Dengan demikian, keterlibatan Nurhayati dalam BCKS Skema APBN 2026 bukan sekadar tugas tambahan. Lebih dari itu, pengalaman kepemimpinannya menjadi bagian dari proses menyiapkan generasi baru kepala sekolah di Maluku Utara yang diharapkan mampu membawa perubahan nyata di satuan pendidikan masing-masing.(Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini