
Dalam insiden tersebut, seorang warga lainnya, Isra Rudin, juga menjadi korban. Ia mengalami luka pada bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Lelilef sebelum direncanakan dirujuk ke RSUD Weda.
Informasi kepolisian menyebutkan, peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 03.40 WIT. Polisi menduga insiden bermula dari aktivitas sejumlah warga yang mengonsumsi minuman keras di sebuah kos milik saksi La Ode Riki Kurniadin, di belakang Pertashop Desa Lelilef Waibulan, sejak Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIT.
Sekitar pukul 23.00 WIT, La Ode Muhamad Hidayat alias Engki, yang kini berstatus terduga pelaku, datang dan bergabung bersama para saksi dan korban.
Situasi kemudian memanas sekitar pukul 02.00 WIT. Terjadi perkelahian antara Engki dan Isra Rudin yang diduga dipicu kesalahpahaman. Perkelahian sempat dilerai dan kedua pihak disebut telah berdamai. Setelah itu, Engki kembali ke kosnya, sementara korban dan para saksi beristirahat.
Namun, situasi kembali berubah menjadi tragedi.Beberapa saat kemudian, Engki disebut kembali ke lokasi untuk mengambil telepon genggam yang tertinggal. Setelah telepon genggam diserahkan oleh saksi La Ode Iksan, Isra Rudin keluar menemui Engki di luar kamar.
Tak lama berselang, Isra Rudin masuk kembali ke kamar dalam kondisi kepala berlumuran darah.
Saksi yang melihat kondisi korban kemudian keluar dan berupaya merebut pisau yang disebut berada di tangan terduga pelaku. Keributan tersebut kemudian didengar oleh La Ode Rais yang datang untuk membantu merebut senjata tajam tersebut.
Situasi semakin kacau hingga akhirnya korban Isra Rudin dievakuasi oleh saksi La Ode Iksan bersama La Ode Riki Kurniadin menuju Puskesmas Lelilef untuk mendapatkan pertolongan medis.
Tidak lama kemudian, seorang warga bernama Wan datang ke Puskesmas dengan membawa La Ode Rais. Setibanya di fasilitas kesehatan, Rais tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Saat dilakukan pemeriksaan awal, petugas menemukan luka tusuk pada bagian dada Kondisi korban sangat kritis hingga akhirnya La Ode Rais dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, Isra Rudin masih mendapatkan perawatan akibat luka pada bagian kepala dan direncanakan menjalani rujukan ke RSUD Weda.
Kapolsek Subsektor Weda Tengah Ipda Abdul Rajak Jauhati mengatakan, aparat kepolisian langsung bergerak setelah menerima informasi kejadian tersebut.
Polisi telah mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, melakukan olah TKP awal, mengumpulkan keterangan para saksi serta membantu proses evakuasi korban ke Puskesmas Lelilef.
“Personel masih melakukan pencarian dan upaya penangkapan terhadap terduga pelaku,” pungkas Kapolsek Subsektor Weda Tengah Ipda Abdul Rajak Jauhati.(tim/red)