Kades Woekobe Dilaporkan Dugaan Penganiayaan,Korban Bongkar Intimidasi di Kos Transkobe : Jeverson Itu Tidak Benar

Editor: Admin Utama author photo

Korban Melaporkan ke Polres Helteng 
WEDA, RJ - Kepala Desa Woekobe, Kecamatan Weda Tengah, Halmahera Tengah, Jeverson Burnama (45), dilaporkan ke Polres Halmahera Tengah atas dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap sejumlah warga di sebuah rumah kos kawasan Transkobe.

Laporan tersebut dibuat oleh seorang korban berinisial V. Dalam laporannya, V turut melaporkan Jeverson Burnama dan seorang warga berinisial R. Peristiwa itu disebut melibatkan beberapa orang dan sempat memicu keributan di lokasi kos.

Kejadian tersebut terjadi pada kamis (27/8/2026) dini hari di kosan napo transkobe Kecamatan Weda Tengah.

Berdasarkan keterangan korban yang didampingi kuasa hukumnya, La Sihadin, Jumat (28/8/2026), persoalan bermula ketika korban sedang berada di depan kamar kos. Jeverson kemudian datang bersama seorang pemandu lagu (LC) dan membawa minuman beralkohol.

Korban mengaku keberadaan rombongan tersebut di depan kamar membuatnya terganggu sehingga meminta mereka pergi. Namun, menurut korban, teguran tersebut justru memicu pertengkaran.

"Saya yang berkuasa di sini!" kata korban menirukan ucapan Jeverson saat terjadi ketegangan di lokasi.

Situasi kemudian memanas setelah seorang pria yang disebut sebagai pacar korban melintas. Menurut pengakuan korban, terjadi aksi kekerasan yang kemudian berkembang menjadi perkelahian. Ibu korban dan warga sekitar disebut datang untuk melerai.

Namun persoalan disebut belum berakhir. Korban menuding Jeverson kembali mendatangi lokasi bersama anaknya dan sejumlah anggota Karang Taruna. Kedatangan rombongan tersebut disebut korban sebagai bentuk intimidasi dan berujung pada keributan kembali.

Korban menduga persoalan tersebut berkaitan dengan hubungan masa lalu dan rasa cemburu. Ia mengaku Jeverson pernah dekat dengannya dan sempat menjanjikan hubungan lebih serius. Namun, menurut korban, hubungan tersebut tidak berlanjut.

"Saya tidak mau berlama-lama dalam masalah ini karena dia (kades) sudah beristri. Bahkan, istri sah kades juga sering melakukan pemukulan terhadap saya," ungkap korban.

Korban juga mengklaim dirinya maupun ibunya pernah menjadi korban kekerasan. Ia mengaku persoalan serupa sebelumnya telah dilaporkan ke pihak kepolisian, namun hingga kini belum melihat perkembangan penanganan yang signifikan.

Selain dugaan kekerasan, korban menuding Jeverson kerap memprovokasi warga dan menyebarkan cerita negatif yang dinilai merusak nama baiknya.

Kades Bantah Versi Korban

Dikonfirmasi di lokasi kejadian, Jeverson Burnama membantah kronologi yang disampaikan korban. Ia menegaskan dirinya datang ke rumah kos tersebut bukan untuk mencari masalah.

Menurut Jeverson, dirinya bersama sejumlah teman baru pulang dari acara di Tanjung Uli dan membawa sisa dua kaleng bir. Ia mengaku sempat menolak ajakan untuk minum di tempat tersebut, namun akhirnya datang setelah diajak.

Jeverson mengatakan, sesampainya di kos, mereka meminta kursi kepada korban. Karena permintaan tersebut tidak ditanggapi, mereka kemudian meminta bantuan Lisnawati (49) untuk mendapatkan dua bangku pendek.

Ketegangan, kata Jeverson, kemudian terjadi setelah korban datang dan mengusir mereka dari lokasi.

Ia membantah melakukan pemukulan terlebih dahulu. Jeverson justru menuding seorang pria bernama Arul memukulnya terlebih dahulu hingga mengenai pelipis kiri dan membuatnya terjatuh.

"Awal pemukulan itu dari Arul, bukan dari saya seperti yang disampaikan Veren di media. Setelah saya dipukul, saya pulang. Anak-anak kemudian bertanya dan anggota Karang Taruna datang ke TKP untuk menanyakan kejadian tersebut," jelasnya.

Jeverson mengakui terjadi pemukulan setelah anggota Karang Taruna tiba di lokasi. Namun, ia mengklaim saat dirinya datang, aksi tersebut sudah berlangsung.

"Anak-anak datang duluan. Saya sampai di sini mereka sudah melakukan pemukulan," terangnya.

Saksi: Saya Melihat Arul Memukul

Salah satu saksi, Lisnawati, memberikan keterangan yang menguatkan sebagian versi Jeverson. Ia mengaku melihat seorang pria yang disebut Arul melakukan pemukulan.

"Memang si laki-laki pukul duluan. Saya lihat Arul yang pukul. Saya melihat karena sementara menutup warung," ujar Lisnawati.

Meski demikian, keterangan saksi tersebut belum serta-merta menghapus dugaan kekerasan maupun keterlibatan pihak lain dalam keributan. Fakta utuh mengenai siapa yang melakukan pemukulan dan bagaimana rangkaian peristiwa sebenarnya masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan kepolisian.

Polisi: Laporan Sudah Ditindaklanjuti

Kasus tersebut kini telah masuk ke ranah hukum. Korban Veren telah melaporkan kejadian itu ke Polres Halmahera Tengah dengan terlapor Jeverson Burnama dan Resky.

Dalam Laporan Polisi,Nomor LL/B/134/VIII/SPKT/Polres Hekteng diterbitkan pada kamis (27/8/2026).

Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto melalui Kasi Humas Ipda Amir Mahmud membenarkan adanya laporan tersebut.

"Iya, laporan sudah ada dan sementara ditindaklanjuti," kata Amir.(tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini