Penerimaan BOS Prestasi ini bukan datang tanpa alasan. Sekolah mengklaim memiliki rekam jejak dalam mendorong siswa mengikuti berbagai ajang pengembangan bakat dan kompetensi, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Penelitian, FLS3N, O2SN, hingga berbagai kompetisi lainnya.
Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Ternate, Nurhayati Pandawa,S.Pd. M.Pd menegaskan, keikutsertaan siswa dalam berbagai kompetisi tidak selalu berujung pada gelar juara. Namun, konsistensi mengikuti ajang tersebut menjadi bagian dari proses pemetaan dan pengembangan talenta siswa.
“Memang ikut event bukan berarti harus selalu juara. Tetapi kami berada pada posisi yang bagus karena dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah absen. Ada yang lanjut ke tingkat provinsi, ada yang berhenti di tingkat tertentu, bahkan ada beberapa yang sampai tingkat nasional,” jelas Kepala SMP Negeri 2 Ternate.Selasa (4/8/2026)
Menurut Nurhayati, rekam jejak tersebut turut menjadi pertimbangan dalam mendapatkan BOS Prestasi. Dalam dua tahun terakhir, sejumlah siswa SMP Negeri 2 juga disebut berhasil lolos dalam kompetisi Olimpiade Sains.
Catatan prestasi SMP Negeri 2 Ternate bahkan tidak hanya terjadi pada tahun 2026. Sekolah tersebut sebelumnya telah meraih predikat Sekolah Kemajuan Terbaik pada tahun 2023, 2024, dan 2025. Sementara pada tahun keempat, sekolah mendapatkan BOS Prestasi untuk pertama kalinya.
“Ini pertama kali SMP Negeri 2 mendapatkan BOS Prestasi. Tahun lalu penerimanya SMP Alkhairaat karena banyak siswanya mengikuti Olimpiade Sains, Olimpiade Penelitian, dan ajang lainnya,” ungkapnya.
Dana BOS Prestasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pembinaan talenta siswa. Fokus penggunaannya mencakup pendampingan siswa berprestasi, pengembangan talenta, serta penguatan ekosistem sekolah yang mendukung lahirnya peserta didik berprestasi.
Di titik inilah BOS Prestasi Rp87 juta tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka dalam laporan administrasi. Dana itu harus benar-benar terlihat dampaknya di ruang kelas, laboratorium, kegiatan pembinaan, kompetisi, serta peningkatan kemampuan siswa.
Sekolah juga mendorong adanya pemetaan talenta siswa agar potensi peserta didik tidak dibiarkan berkembang secara sporadis. Siswa yang memiliki kemampuan di bidang sains, olahraga, seni, penelitian maupun bidang lainnya perlu diidentifikasi sejak awal, kemudian diberikan pendampingan secara terarah.
Sebab, ukuran keberhasilan BOS Prestasi bukan sekadar sekolah menerima dana, melainkan seberapa jauh dana tersebut mampu melahirkan talenta baru dan mengangkat prestasi siswa ke level yang lebih tinggi.
Dengan demikian, penerimaan BOS Prestasi Rp87 juta menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab baru bagi SMP Negeri 2 Ternate. Rekam jejak prestasi harus dijaga, sementara penggunaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan menghasilkan capaian yang bisa dirasakan langsung oleh siswa.
" BOS Prestasi bukan hadiah untuk dibanggakan. Ia adalah kepercayaan negara yang harus dibayar dengan prestasi nyata" tandas Nurhayati.(tim/red).
