![]() |
| Kapolsek Patani Ipda Mustakim Puasa.SE,Data rumah korban Gempa. |
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun, guncangan cukup kuat dirasakan masyarakat di Kecamatan Patani hingga memicu kepanikan.
Warga dilaporkan berhamburan keluar rumah karena khawatir bangunan roboh. Sejumlah rumah warga di beberapa desa juga dikabarkan mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.
Sehari setelah gempa, jajaran Polsek Patani bersama Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan awal terhadap rumah warga yang terdampak.
Kapolsek Patani, Ipda Mustakim Puasa, mengatakan pendataan dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui secara riil dampak gempa sekaligus menjadi dasar pengajuan bantuan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.
“Masyarakat di wilayah Kecamatan Patani sangat merasakan dampak dari gempa bumi ini. Sebagai bentuk ikhtiar, pemerintah desa bergerak turun ke lapangan untuk mengecek dampak dan kerusakan akibat musibah yang baru saja terjadi,” kata Mustakim kepada media ini, Rabu (2/9/2026).
Pendataan sementara menunjukkan kerusakan terjadi di sejumlah desa. Di Desa Bakajaya, sedikitnya 16 rumah warga tercatat terdampak. Sementara di Desa Yesowo, jumlah rumah yang terdampak mencapai sekitar 27 unit.
Selain Bakajaya dan Yesowo, pendataan juga dilakukan di Desa Wailegi. Pemerintah desa bersama aparat kepolisian masih melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan jumlah rumah yang mengalami kerusakan serta tingkat kerusakannya.
Data tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi dasar pemerintah untuk menyalurkan bantuan perbaikan rumah kepada warga yang terdampak gempa.
Pemerintah Kecamatan Patani mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak panik, sembari menunggu hasil pendataan menyeluruh terhadap dampak gempa.
Pendataan masih berlangsung. Jumlah rumah terdampak berpotensi bertambah setelah seluruh desa selesai melakukan pemeriksaan lapangan.pungkas Kapolsek.(Red)
